W. O. I

Bisnis UMKM yang Sudah Merambah Ekspor Mancanegara

images
Bisnis UMKM yang Sudah Merambah Ekspor Mancanegara

Kamu pasti familiar dengan istilah UMKM. UMKM sendiri merujuk pada bisnis yang dilakoni oleh badan usaha kecil, rumah tangga, atau perorangan. Sesuai kepanjangan dari singkatannya, jenis-jenis usaha UMKM ini dibedakan menjadi tiga, yaitu usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah.

Bicara soal UMKM, ternyata tidak sedikit bisnis UMKM di tanah air yang telah berhasil memasuki pasar global. Lantas, siapa saja itu?

Bisnis UMKM yang Sukses Ekspor ke Luar Negeri

Berikut beberapa contoh UMKM yang sukses mengekspor produk mereka ke luar negeri.

Sumber : Envato

  1. Mi Telur Asal Siadoarjo

Di Sidoarjo, ada produk mi telur yang sudah berhasil go international lewat ekspor perdananya ke Jeddah, Arab Saudi pada September 2022 lalu. Produsen mi telur tersebut adalah CV Indigo Sejahtera, sebuah UMKM yang beralamat di Jalan Raya Lebo, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam ekspor tersebut, CV Indigo Sejahtera mengirimkan produk mi telur dalam satu kontainer berukuran 40 kaki. Mereka juga bertekad dan optimis untuk memenuhi jumlah pengiriman sesuai permintaan dari Jeddah, yaitu delapan kontainer atau sebanding dengan 112 ton.

Keberhasilan ekspor ini juga didukung oleh kualitas produk mi telur mereka yang telah memenuhi standar. Sebagai produsen, CV Indigo Sejahtera telah memperoleh sertifikat sertifikat Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk produk mereka yang terbuat dari bahan dasar sayuran.

  1. Batik Asal Semarang

Selanjutnya, ada siPutri, batik berpewarna alami asal Semarang yang juga sukses menembus pasar internasional. Menurut pemiliknya, pembeli dari luar negeri memang lebih tertarik pada produk dengan warna alami. Produk ini bahkan telah dikirim ke berbagai negara seperti Jerman, Kanada, Singapura, dan Dubai.

Berbeda dengan batik pada umumnya, batik siPutri diproduksi secara ramah lingkungan dengan menggunakan bahan pewarna alami dari berbagai tanaman, seperti daun ketapang, kulit buah jolawe, kayu tingi, dan mahoni.

Alih-alih menggunakan plastik, batik siPutri lebih memilih menggunakan tas pembungkus dari bahan kertas daur ulang sejak awal proses produksi. Pun, kancing baju yang digunakan dibuat dari batok kelapa tanpa melalui proses finishing.

Menariknya, limbah yang dihasilkan selama produksi juga dimanfaatkan kembali untuk beragam kegunaan. Misalnya saja, limbah cair untuk menyiram tanaman, limbah padat untuk pupuk, serta kain sisa yang diolah menjadi tas, masker, dan barang lainnya.

  1. Bisnis Kopi Asal Jakarta

Bisnis UMKM asal Jakarta, Bepahkupi, telah sukses merambah ke pasar ekspor mancanegara. Sejak tahun 2020, produk kopi yang dihasilkannya telah disalurkan kepada pelaku bisnis dari berbagai negara seperti Mesir, Amerika Serikat, Kazakhstan, dan negara lainnya.

Berdiri sejak tahun 2019, Bepahkupi telah memproduksi kopi dengan melibatkan petani kopi dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lintong, Gayo, dan Wamena. Adapun produk yang mereka pasarkan terdiri dari tiga jenis produk utama, yaitu kopi bubuk, roasted beans, dan grind beans.

Dalam memasarkan produknya, Bepahkupi menggunakan dua cara, yaitu business-to-business (B2B) dan business-to-customer (B2C). Saat pandemi, pemasaran B2C mereka cukup terdampak, sedangkan untuk B2B tidak terlalu terpengaruh. Namun, kini dengan meredanya pandemi, mereka berencana untuk fokus kembali pada B2C.

  1. Kerajinan Tas Asal Pesisir Barat

Tas Kuralin menjadi produk unggulan UMKM di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung dan telah dikenal secara luas hingga ke luar negeri, menurut Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan setempat.

Menurut pemilik toko tas kuralin, tas ini diproduksi dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Berkat keahliannya dalam membuat tas, dia kemudian mengajak para ibu-ibu di lingkungan setempat untuk belajar membuat tas dan ternyata mendapat respon yang positif.

Tas Kuralin sendiri memiliki berbagai kelebihan, yaitu kuat, awet, tahan air, dapat dicuci, dan ramah lingkungan. Selain itu, tas ini juga memiliki ciri khas dengan adanya tempelan atau tambahan tapis.

Tidak hanya dipasarkan di wilayah Indonesia, tas kuralin telah berhasil menembus pasar mancanegara hingga ke Prancis. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, berkisar antara 20 ribu hingga 150 ribu rupiah.

  1. Rumput Laut Asal Sumenep

Rumput laut jenis sargassum kering asal Kabupaten Sumenep juga sudah merambah ke pasar ekspor. PT Setera’ Ebumi Sumekar mengirim rumput laut tersebut ke negeri tirai bambu untuk digunakan sebagai bahan kosmetik dan pupuk.

Manager PT Setera’ Ebumi Sumekar mengungkapkan bahwa mereka mengekspor jenis sargassum daun lebar ke Cina sebanyak 240 ton setiap bulan dengan kontrak selama dua tahun.

PT Setera’ Ebumi Sumekar tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi sargassum yang dibutuhkan. Pasalnya, sargassum banyak tumbuh di Kepulauan Kangean sehingga mudah didapat oleh masyarakat. Mereka kemudian membeli komoditas tersebut dari para nelayan setempat.

  1. Parfum Asal Aceh

Minyeuk Pret adalah merek parfum dari sebuah bisnis UMKM Aceh yang didirikan pada April 2015. Di antara bahan utama yang digunakan dalam produksi parfum ini adalah nilam. Selain itu, Minyeuk Pret hadir dengan aroma yang bervariasi, seperti kopi, bunga seulanga, dan bunga meulu.

Bukan hanya di dalam negeri, parfum ini juga dijual sampai ke luar negeri, termasuk Timor Leste, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat. Untuk melakukan pembelian, buyer bisa datang langsung ke toko di Banda Aceh atau memesannya lewat berbagai marketplace online.

Selain sebagai merek usaha parfum, Minyeuk Pret juga mengemban misi sosial untuk mengembangkan sumber daya Aceh. Dalam hal ini, mereka berharap dapat meningkatkan perekonomian daerah serta mengharumkan nama Aceh di pasar dunia.

  1. Potongan Kayu Damar Asal Kalimantan Selatan

Bisnis UMKM binaan Kantor Bea Cukai Banjarmasin, CV Abdalta Indonesia, telah berhasil mengirim potongan kayu damar ke pasar luar negeri. Produk tersebut diekspor secara perdana ke Arab Saudi sejumlah 2000 bag yang dikirimkan melalui jalur laut Banjarmasin dalam dua kontainer.

Potongan kayu damar sendiri diminati negara-negara tertentu karena memiliki kualitas yang bagus sebagai bahan baku pembuatan berbagai furnitur dan produk sejenis.

Itulah daftar bisnis UMKM yang sudah merambah ekspor mancanegara. Kisah inspiratif mereka tentu bisa kamu jadikan motivasi untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Window of Indonesia | PT WINDOW INDONESIA GROUP